Skip to content

gg

November 15, 2009

Ya anda bisa tetapi agak sedikit sulit sih tapi gak usah pusinglah bisa dipelajari sebentar kok asal anda mau tetep membaca tulisan ini :)
Kalau rumus kimia misalnya H2SO4 atau bilangan berpangkat seperti ini X2 + 2X + 1 = 0 juga bisa.

anak2 yang baik

November 15, 2009

kk

I’rab Hadits Arba’in AnNawawi – hadits pertama (3)

November 11, 2009

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

 

إِنَّمَا : ماAl Kaaffah dan  إنّ al makfuufah… ما itu membatalkan fungsi  إنّ , sehingga tidak mempunyai amil.

 

اْلأَعْمَالُ mubtada’, marfu’, tanda rafa’nya dhammah, karena isim jamak taksir.
بِالنِّيَّاتِ ba’ huruf jar, النِّيَّاتِ majrur, tanda jarnya kasrah, karena merupakan jamak muannats salim.

 

jar dan majrur ta’alluq dengan khabar mubtada’ yang makhdzuf (tersembunyi)

taqdirnya  كائنة atau مستقرة . boleh juga di’irab sebagai jar majrur fi mahalli raf’in (menempati posisi rafa’) khabar mubtada’.

وَإِنَّمَا wawu isti’nafiyyah  استئنافيّة , إِنَّمَا kaffah wa maktufah.
لِكُلِّ jar wa majrur. كُلّ majrur, tanda jarnya adalah kasrah,
امْرِئٍ adalah mudhaf ilaih, majrur, tanda jarnya adalah kasrah, karena isim mufrad.

 

مَا huruf masdariyyah.

 

نَوَى fi’il madhi

I’rab Hadits Arba’in AnNawawi – hadits pertama (2)

November 11, 2009

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ

سَمِعْتُ fi’il madhi, mabni ala sukun karena tersambung dengan dhamirta’ adalah dhamir muttashil mabni ‘ala raf’i, fi mahali raf’in, karena merupakan fa’il, kembalinya pada aku yaitu Umar.
رَسُوْلَ maf’ul bih / objek, manshub, alamat nashabnya adalah fathah, karena ini adalah isim mufrad.
اللهِ mudhaf ilaihi dari رَسُوْلَ, majrur, tanda jarnya kasrah, lafdzul jalaalah dari ilah.
صلى fi’il madhi, mabni ala fathi.
الله fa’il dari صلى, marfu’, tanda rafa’nya dhammah, lafdzul jalaalah
عليه jar wa majrur, muta’alliq pada صلى
و wawu athaf.ke صلى
سلم fi’il madhi, mabni ala fathi.
يَقُوْلُ. fi’il mudhari’, marfu’ karena tidak ada amil, alamat rafa’nya dhammah karena fi’il mudhari’ yang tidak bersambung dengan sesuatupun,  fa’ilnya dhamir mustatir kembalinya pada huwa yaitu رَسُوْلَ

I’rab Hadits Arba’in AnNawawi – hadits pertama (1)

November 11, 2009

Bab: Ikhlas

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ . [رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Amirul mukminin, Umar bin khathab”Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits.

Nomor: 1
Sumber: http://assunnah.mine.nu

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ :

َ عَنْ huruf jar
أَمِيْرِ majrur, tanda jarnya adalah kasrah, karena bentuk isim mufrad
الْمُؤْمِنِيْنَ mudhaf ilaih dari أَمِيْر , majrur tanda jarnya ya’ karena bentuk isim jamak mudzakar salim.
أَبِيْ badal dari أَمِيْر sehingga majrur juga, tanda jarnya ya’karena ini bentuk asmaul khamsah
حَفْصٍ mudhaf ilaihi dari أَبِيْ, majrur, tanda jarnya adalah kasrah
عُمَرَ badal dari أَمِيْر atau  أَبِيْ sehingga kedudukannya majrur juga, tanda jarnya fathah karena bentuk isim ghairu munsharif
بْنِ badal dari أَمِيْر atau  أَبِيْ sehingga kedudukannya majrur juga, tanda jarnya kasrah karena isim mufrad
الْخَطَّابِ mudhaf ilaihi dari بْنِ ْ, majrur, tanda jarnya adalah kasrah, bentuk dari isim mufrad
رَضِيَ fi’il madhi, mabni ‘ala fathi
اللهُ fa’il dari رَضِيَ marfu’, tanda rafa’nya dhammah, lafdhul jalaalah untuk ilah
عَنْهُ jar wa majrur, hu adalah dhamir muttashil, fimahalli/ dalam kedudukan majrur, mabni.
قَالَ fi’il madhi, mabni ala fathi, fa’ilnya isim dhamir mustatir, kembalinya kepada huwa/dia yaitu عُمَر

Bismillaahirrahmaanirrahiim

November 11, 2009

Jenis huruf dan ukuran
bisa aja diganti
tapi harus manual nggak bisa untuk merubah default font bawaan

Jenis huruf dan ukuran

bisa aja diganti

tapi harus manual

nggak bisa untuk merubah default font bawaan

memulai blog belajar membaca kitab

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.